Artikel :
1.Analisis Dampak Perpajakan Terhadap Reksa Dana dan Upaya Pemecahannya
Oleh : Riel Pasaribu
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstrak : Kebijakan perpajakan terhadap reksa dana yang menempatkan fund dari reksa dana sebagai obyek pajak secara potensial dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan reksa dana karena dalam perhitungannya menyamaratakan seluruh pemodal tanpa memperhatikan jumlah atau nilai investasi masing - masing pemodal. Karena pajak dikenakan pada level fund maka seluruh pemodal; baik individual, badan hukum berbentuk PT, Yayasan, Dana Pensiun atau Asuransi diperlakukan sama. Oleh karena itu, bagi investor tertentu, misalnya Dana Pensiun - yang selama ini menikmati perlakukan khusus di bidang perpajakan - menjadi kurang tertarik melakukan investasi reksa dana. Akan lebih menguntungkan bila lembaga tersebut menginvestasikan dananya secara langsung. Pengenaan pajak pada level fund bersifat ambivalensi, yaitu di satu sisi mencoba memberikan sweetener kepada investor tertentu, namun di sisi lain hal tersebut sulit direalisasikan atau tidak acceptable bila dilihat dalam praktik. Pengenaan pajak terhadap usaha Reksa Dana menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia. Di sisi lain pemerintah berusaha mendorong masyarakat untuk melakukan investasi melalui reksa dana. Dengan pengenaan pajak ini terlihat jelas bahwa reksa dana kurang mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.
Kata kunci : Dampak ketentuan perpajakan, industri reksa dana, azas equity, minat para investor, dan pertumbuhan reksa dana.
Kata kunci : Dampak ketentuan perpajakan, industri reksa dana, azas equity, minat para investor, dan pertumbuhan reksa dana.
2.Financing Decision Relevancy : An Empirical Evidence of Balancing Theory
Oleh : Hermeindito Kaaro
Economic Department, Catholic University of Widya Mandala Surabaya.
Abstract : The relevancy of financing decision in order to predict value of the firm has been extensively debated within the literature of finance. This paper examine relationship between the two based on balancing theory. This study controls the effect of investment opportunity set, accounting return, and liquidity on value of the firm. Research findings shows that there is non-linear relationship between the two, as balancing theory expected. Investment opportunity and accounting return statiscally significant influence value of the firm. This paper also finds that there is non-linear relationship between liquidity and value of the firm.
Keywords : value of the firm, financing decisions, and balancing theory.
Keywords : value of the firm, financing decisions, and balancing theory.
3.Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berdasarkan Ricardian Hipotesis
Oleh : Mukhlasin
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstrak : Konflik kepentingan antar agen ekonomi dapat timbul ketika sebuah perusahaan harus memilih metode akuntansi persediaan mana yang harus diterapkan. Hal itu timbul karena adanya perbedaan hasil ekonomi yang berbeda dari masing - masing metode akuntansi persediaan yang disebabkan perubahan harga (inflasi/deflasi) dan pajak. Penelitian ini mengkaji tentang pemilihan metode akuntansi persediaan dengan memfokuskan pada Ricardian hipotesis (hipotesis pajak) dan kesempatan produksi-investasi. Hipotesis pada penelitian ini ialah terdapat perbedaan dan pengaruh kesempatan produksi-investasi yang diproksi dalam variabilitas persediaan, variabilitas laba akuntansi, variabilitas harga pokok penjualan, intensitas modal, intensitas persediaan, dan ukuran perusahaan pada pemilihan metode akuntansi persediaan antara metode akuntansi persediaan raya - rata dengan First In First Out (FIFO).
Perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta sebelum tahun 1995 dijadika obyek dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan untuk rentang waktu 5 tahun dari tahun 1995 sampai dengan tahun 1999. Pengujian terhadap hipotesis dilakukan secara univariate dengan uji beda rata - rata (t-test) dan Mann-Whitney dan multivariate dengan regresi logistik (logit).
Pengujian atas hipotesis menggunakan tingkat signifikansi sebesar 10 %. Dari hasil pengujian univariate diperoleh bahwa intensitas persediaan, variabilitas harga pokok penjualan, dan ukuran perusahaan antara metode akuntansi persediaan Rata - rata dan FIFO berbeda secara signifikan. Adapun hasil yang tidak signifikan diperoleh dari proksi variabilitas persediaan, variabilitas laba akuntansi, dan intensitas modal. Dari pengujian multivariate ditemukan bahwa kesempatan produksi investasi yang diproksi dengan variabilitas harga pokok penjualan, intensitas persediaan, intensitas modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan sedangkan variabilitas persediaan dan variabilitas laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan pada pemilihan metode akuntansi persediaan.
Kata kunci : Metode persediaan, rata- rata, FIFO, Ricardian Hipotesis, dan Logistik.
4.Upaya Memuaskan Pelanggan Agar Menjadi Loyal
Oleh : J.Supranto
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstract : In the era of globalization, where competition in the world business is very tough, an effort to satisfy customer in all aspects, in order to become loyal is very important, since loyal customers will increase sales, and in turn will increase profit.
Profit in business comes from repeat customers or loyal customers, customers that boast about the product and service and that bring friends with them. This paper will show how to satisfy customers!
Keyword : era of globalization, competition, loyal customer, better quality, cheaper price, faster delivery, better service, importance, performance and analysis.
5.Pengaruh Lingkungan Fisik Pada Antrian Pelayanan
Oleh : Dwinita Laksmidewi
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstrak : Antrian pelayanan di front office merupakan salah satu unsur yang mendapat perhatian konsumen ketika menilai kualitas pelayanan sebuah perusahaan jasa. Pengalaman yang dirasakan konsumen selama mengantri turut menentukan kepuasannya terhadap pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, antrian perlu dikelola. Pendekatan yang biasa digunakan untuk mengelola masalah antrian adalah pendekatan manajemen operasi. Tulisan ini mencoba melihat pengelolaan masalah antrian dari cara lain, yaitu melalui pendekatan manajemen persepsi. Dalam tulisan ini penulis menguraikan mengenai beberapa penelitian masalah antrian menurut persepsi konsumen yang pernah dilakukan dan penelitian penulis mengenai hal yang sama.
Kata kunci : Lingkungan fisik, antrian pelayanan, kepuasan konsumen, dan manajemen persepsi.
6.Analisis Kecermatan Alokasi Biaya Overhead Berdasarkan Pemicu Biaya Dalam Periode Krisis
Oleh : Agustina Taufiq
Sarjana Ekonomi Lulusan UAJ tahun 2001, bekerja sebagai akuntan intern perusahaan swasta di Jakarta.
Oleh : Aruna Wirjolukito
Pemerhati masalah akuntansi, konsultan swasta, dosen honorer di perguruan tinggi negeri dan swasta.
Abstrak : Dalam perhitungan harga pokok suatu produk, perusahaan seringkali mengalokasikan biaya overhead berdasarkan unit produksi yang merupakan salah satu cost driver dalam sistem biaya tradisional. Menurut penulis, sistem ini semakin tidak tepat, sejalan dengan semakin besarnya proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit produksi. Oleh sebab itu, penulis mencoba untuk melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur di periode krisis, yaitu dengan menggunakan dasar perhitungan statistik terhadap alokasi biaya overhead dengan menggunakan data selama 38 bulan melalui lima iterasi. Dalam iterasi - iterasi tersebut, akan dianalisa hubungan antara unsur-unsur yang diperkirakan terkait dengan biaya overhead dan biaya overhead itu sendiri. Adapun maksud dari iterasi - iterasi tersebut, yaitu untuk memperoleh suatu formula yang tepat yang dapat dijadikan dasar dalam menentukan dasar alokasi biaya overhead yang lebih sesuai. Atas dasar hasil penelitian ini, penulis mengambil kesimpulan bahwa dasar alokasi biaya overhead yang lebih sesuai adalah Kwh yang mencerminkan daya listrik yang digunakan dalam melakukan kegiatan produksi.
Kata kunci : Harga Pokok, alokasi, biaya overhead, ABC, dan pemicu biaya.
7.Towards Production Efficiency In The Workplace
Oleh : Mohammad Hamsal
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstract : Ford's mass production systems was the best thing that experienced by car manufacturing, but not the worker. Boring, repetitive, and isolated tasks for high wages have caused low productivity, low quality, and high absenteeism in the major U.S car manufacturers. In Japan, lean production system attempted to eliminate these shortcomings with innovative work teams, but high pressure has caused the severe work stress, unlimited attendance, health and safety conditions, and a restricted factory regime. In contrast, socio-technical production system aims for balance between dramatic expansion of Japanese car transplants in North America that were attracted many American workers, but the relentless production regime has perpetuated growing dissillusionment and resistance from employees and unions. In some plants, the lean production is indeed a double-edged sword with every contradictory working conditions. A more complex world now demands a more complex approach to the implementation of production systems.
Keywords : Production efficiency, lean production, socio-technical sustem, transplants, workplace practice.
8.Analisis Perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sektoral Terhadap Risiko Saham Berdasarkan Model CAPM : Studi Kasus Tahun 1999.
Oleh : Gabriel Prananingrum Aryanindita
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Abstrak : Investasi di pasar modal memerlukan analisis investasi yang memungkinkan untuk diketahuinya return maupun resiko yang terkandung dalam investasi. Salah satu bentuk hubungan antara Indeks Harga Saham Gabungan Sektoral dengan risiko saham digambarkan dengan beta saham sehingga dapat diartikan dalam beta saham seharusnya telah terkandung return pasar sektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan Indeks Harga Saham Gabungan Sektoral terhadap risiko saham dengan berlandaskan pada perhitungan model keseimbangan Capital Asset Pricing Model. Penghitungan dengan metode korelasi linear sederhana antara risiko saham dengan return pasar sektoral menghasilkan nilai r sebesar 0,029 dengan nilai sifnifikansi 0,604. Hal ini menunjukkan bahwa dalam beta saham, sebagai risiko saham individual, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan Indeks Harga Saham Gabungan Sektoral.
Kata Kunci : Indeks Harga Saham Gabungan Sektoral, return saham, Capital Asset Pricing Model, dan risiko saham.
Bila Bapak/Ibu menginginkan artikel di atas untuk referensi penelitian dapat menghubungi kami Tim Redaksi di alamat email : ekobiz.jurnal@atmajaya.ac.id atau menghubungi Aditya di Telepon : 021-5708815 ext.2143. atau ext.2138.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar